KELIRU

Terbiasa menakzimkan tamu namun kali ini ia keliru; ia telah suguhkan untuk dia: renjana.

“salahkan pikiranmu, bukan aku!” Dia mengamuk.

“maaf aku keliru”

“salahkan pikiranmu, bukan aku!” Dia memecah jendela.

“maaf…tuan tamu”

Setelah itu ia lesap; utopis.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s